You are currently browsing the category archive for the ‘setetes info’ category.
Definisi Trigonometry
Trigonometri (dari bahasa Yunani trigonon = tiga sudut dan metro = mengukur) adalah sebuah cabang matematika yang berhadapan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometrik seperti sinus, cosinus, dan tangen. Trigonometri memiliki hubungan dengan geometri, meskipun ada ketidaksetujuan tentang apa hubungannya; bagi beberapa orang, trigonometri adalah bagian dari geometri.
Trigonometri adalah bagian dari matematika yang mempelajari relasi antara sudut dan sisi sisi pada suatu segitiga dan juga fungsi –fungsi dasar dari relasi-relasi tersebut. Trigonometri sebagai suatu metode dalam perhitungan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan-perbandingan pada bangun geometri, khususnya dalam bangun yang berbentuk segitiga. Pada prinsipnya trigonometri merupakan salah satu ilmu yang berhubungan dengan besar sudut, dimana bermanfaat untuk menghitung ketinggian suatu tempat tanpa mengukur secara langsung sehingga bersifat lebih praktis dan efisien.
Read the rest of this entry »
Secara garis besar, angka Romawi disimbolkan oleh huruf alfabet sebagai berikut:
I=1
V=5
X=10
L=50
C=100
D=500
M=1000
Ada 4 prinsip dasar dalam membaca atau menuliskan angka Romawi, yaitu:
- Simbol huruf bisa diulang hanya sebanyak 3 kali saja, misalnya XXX = 30, CC = 200, dll.
Untuk angka 40, kita tidak boleh menuliskan XXXX, tetapi XL - Jika sebuah simbol huruf ditulis di belakang simbol huruf lain yang bernilai lebih besar, maka nilai huruf tersebut ditambahkan dengan nilai dari simbol huruf di depannya.
VI = 5 + 1 = 6
LXX = 50 + 10 + 10 = 70
MCC = 1000 + 100 + 100 = 1200 - Jika sebuah simbol huruf ditulis di depan simbol huruf lain yang bernilai lebih besar, maka nilai huruf tersebut dikurangkan dari nilai huruf yang ada di belakangnya.
IV = 5 – 1 = 4
XC = 100 – 10 = 90
CM = 1000 – 100 = 900
Read the rest of this entry »

100
Ada beberapa cara menarik untuk mendapatkan angka 100 dengan memanfaatkan angka 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 (secara berurutan) dan operator + dan – (tidak boleh memakai desimal, perkalian atau pembagian). Sebagai contoh:
1 + 2 + 34 – 5 + 67 – 8 + 9 = 100
Cara lain:
12 + 3 – 4 + 5 + 67 + 8 + 9 = 100
Masih ada cara lain, yaitu:
1 + 23 – 4 + 56 + 7 + 8 + 9
1 + 2 + 3 – 4 + 5 + 6 + 78 + 9
123 – 4 – 5 – 6 – 7 + 8 – 9
123 + 45 – 67 + 8 – 9
1 + 23 – 4 + 5 + 6 + 78 – 9
12 – 3 – 4 + 5 – 6 + 7 + 89
12 + 3 + 4 + 5 – 6 – 7 + 89
123 – 45 – 67 + 89
123 + 4 – 5 + 67 – 89
OK…sekarang bagaimana jika pemakaian desimal diperbolehkan? Read the rest of this entry »

